Teknologi colokkan listrik dari Sony yang bisa mengidentifikasi gadget atau pengguna

Beruntunglah kita tinggal di Indonesia karena kalau baterai ponsel habis, kita bisa mampir ke cafe, beli kopi terus pinjam colokkan untuk isi ulang secara gratis tapi jangan berharap kalau di negara seperti Jepang, kebanyakan tidak boleh, mungkin karena listrik mahal kali yah.

Sony saat ini sedang mengembangkan sebuah colokkan listrik yang ditanam sebuah chip yang bisa mengidentifikasi gadget/ pengguna sehingga hanya gadget yang terdaftar saja yang bisa mencolok gadgetnya ke colokkan listrik tersebut.

 

Ada beberapa tujuan diciptakannya teknologi ini, pertama untuk menghemat biaya listrik di sebuah gedung dimana nantinya hanya para pegawai tertentu saja yang boleh memakai sumber listrik.

Kedua, dengan memanfaatkan teknologi NFC yang sudah banyak di ponsel, bisa saja teknologi ini nantinya otomatis bisa menagih siapapun yang mau pakai colokkan listrik, terutama untuk isi ulang baterai.

Teknologi yang disebut "authentication power outlets" ini berbasis pada teknologi Sony FeLiCa yang dikenal sebagai teknologi Mobile Payment yang sudah menjadi bagian hidup bagi masyarakat Jepang.

Sebagai informasi tambahan, teknologi colok listrik berbayar ini bukanlah hal baru karea kami sudah pernah membahas SafePlug.

 
Sumber berita Satu dan Dua
Sony developing authenticating power outlets: pay-to-charge on the way?

Filed under: Ecofriendly, Technology

Tags: , , ,

  • andi

    sampai sekarang masih mikir… kenapa charger hp tidak didesain untuk otomatis berhenti mengisi setelah baterai penuh…

  • Otakku

    @Andi
    Agak setuju nih, seberapa susah yah kira-kira buat sebuah cahrger yang otomatis mati kalau baterai sudah penuh??

    Emang aneh juga, kenapa sampai sekarang belum ada. :-)

    Salam,

    Otakku.com