• Calendar

    February 2012
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    272829  
  • Archives

  • Categories

  • Blogroll & Links

Nikon D800 dengan 36,3 MP FX Format

Nikon kembali meluncurkan kamera terbaru mereka yang merupakan pengganti Nikon D700 yaitu Nikon D800.

Nikon D800 adalah kamera DSLR format FX yang punya resolusi besar yaitu 36,3 MP dengan sensor CMOS-nya.

 

Seperti kebanyakan kamera DSLR saat ini, fitur bisa merekam video sudah menjadi standar dan di Nikon D800 ini bisa merekam video Full HD (1080p) dengan kecepatan frame sampai 30 fps atau bisa juga mencapai 60 fps kalau video direkam dalam format HD (720p).

Adanya port HDMI di dalamnya membuat kita juga bisa merekam langsung hasil video ke sebuah alat perekam digital (digital recorder) atau menampilkan gambar langsung ke monitor dengan file tanpa komprensi (uncompressed full HD) untuk kualitas yang lebih baik.

Berikut spesifikasi penting:
– 36,3 MP
– FX Format
– CMOS Sensor
– Storage Media: CF dan SD
– Mendukung Eye-FI SD Card
– ISO Range: 100-25600 (expanded)
– Maksimum rekam video: 20 menit atau 30 menit untuk kualitas normal
– Layar LCD berukuran 3,2 inch (921.000 dots)
– GPS Built-in
– Daya tahan baterai: 900x jepret
– Ukuran: 144,78 x 121,92 x 81,28 mm dan berat 900 g (body only).

Jangan dibandingkan dengan Nikon D4 karena memang beda kelas tetapi kalau duit engga cukup, Nikon D800 lumayanlah, harganya juga sekitar setengah dari Nikon D4 yaitu dijual US$ 3.000 (sekitar Rp. 27 juta).

Terakhir, sebenarnya ada 2 versi nantinya yang akan dijual dimana satu lagi adalah Nikon D800E dengan harga US$ 3.300 yang kualitas gambarnya akan sedikit lebih baik karena menghilangkan filter low-pass di dalamnya.

 
 
 
Sumber berita
Nikon D800 with 36,3 MP FX Format CMOS Sensor

Filed under: Camera & Video

Tags: , ,

3 Responses to “Nikon D800 dengan 36,3 MP FX Format”

  1. Seri D800e bukan menghilangkan filter low pass tp filter anti aliasing.

    sensor digital itu dasarnya bisa menangkap gelombang UV dan IR yang mana tidak bisa ditangkap oleh mata manusia. Maka dari itu di setiap sensor digtital di pasang filter low pass untuk membatasi gelombang UV dan IR sehingga sensor digital hanya bisa menangkap visible light (mejikuhibiniu) seperti mata manusia. Dengan begitu sensor digital bisa menangkap gambar seperti yang kita lihat.

    Setiap gambar yang di hasilkan kamera, merupakan gabungan dari beberapa pixel yang berbentuk kotak2. Setiap pixel menangkap berbagai macam warna. biasanya Red, Green, Green, dan Blue. Hal ini menyebabkan adanya efek moire terutama pada benda2 bertexture (terlihat seperti warna yang salah, dimana warna RGGB tersebut nampak), hal ini di atasi dengan penambahan Anti Aliasing filter dimana menyebabkan kualitas pixel agak sedikit berkurang.

    Moire bisa di atasi dengan penggunaan software lanjutan atau dengan control lighting yang baik. Nikon d800e hanya disarankan bagi fotografer studio yang sudah ahli mengatasi moire tersebut. Biasanya kamera2 medium format , banyak yang tidak menggunakan AA filter ini atau menggunakan AA filter yang lemah.

  2. ternyata seletah saya baca2 di wiki, low pass filter dan AA filter itu sama, hahaha

  3. fullframe nggak nih?

Leave a Reply