Studi banding rumah susun di Machida, Jepang (by Otakku.com)

Okay guys, kami juga tidak mau kalah dengan anggota dewan yang pernah studi banding tentang rusun (rumah susun) di Jepang beberapa waktu yang lalu maka kami juga studi banding keci-kecilan nih.

Karena kebetulan kami selalu tinggal di rusun yang satu ini maka sepertinya tidak ada salahnya kami mencoba membahas daerah yang selalu kami tempati selama di Jepang setiap tahunnya.

 

Terletak di daerah Machida, sekitar 1 jam-an dari Tokyo dan sekitar 30 menit dari stasiun Machida ke area ini, daerah yang satu ini memang terkenal dengan rusun-rusunnya yang sangat banyak (sekitar ratusan gedung) dan banyak juga orang tua. :-)

Namanya juga rusun tentu ada hal-hal utama seperti bentuk dan disain sederhana (murah), ukuran yang tidak terlalu besar (30-40 m) dan ditempati oleh orang kelas menangah ke bawah.

Jika anda lihat maka tidak beda jauh dengan rusun di Indonesia, bedanya yang satu ini tertata rapi dan sangat bersih.

Ada banyak hal dan ketentuan yang kami tahu di lingkungan ini:
- Di satu area yang sangat luas, terbagi menjadi beberapa blok dan sebagian blok digolongkan berdasarkan penghasilan si penghuni, misalnya yang berpenghasilan Rp. 1 juta/ bulan di blok A dan Rp.  juta/ bulan di blok B.

Pembagian ini otomatis akan membedakan ukuran ruangan yang mereka tempati.
 
– Bagi orang jompo, mereka akan ditempatkan di lantai paling bawah (maksiumal lantai 2) mengingat rusun tidak punya lift sehingga para orang jompo akan lebih mudah masuk ke rumah mereka

- Parkir mobil sangat terbatas tetapi bukan karena masalah lahan melainkan namanya untuk orang menengah ke bawah maka mobil tentu bukan benda yang banyak dimiliki oleh mereka, lagipula sistim transportasi sudah sangat nyaman.

Tetapi di satu sisi disediakan tempat parkir mobil umum dimana kita harus menyewa dan membayarnya setiap bulan. Foto dibawah adalah salah satu area parkir umum.

 
- Buang sampah, ini yang menjadi masalah bagi kami karena disana ada waktunya untuk buang sampah jenis tertentu misalnya buang sampah plastik setiap hari Senin dan lainnya. Tempat sampahnya seperti gambar diatas. :-)
- Di setiap bangunan disediakan tempat parkir mobil dengan jumlah paling banyak menurut kami hanya bisa memuat 10 mobil dan juga tempat parkir sepeda/ motor.
- Setiap jalan yang ada di bagi menjadi 2 yaitu jalan untuk pejalan kaki dan yang bersepeda dan satu lagi untuk mobil.

- Seperti kami katakan diatas karena banyak orang tua yang tinggal di rusun ini, walaupun bentuk bangunan sederhana di setiap ruangan disediakan beberapa hal untuk para orang tua merasa aman walaupun tinggal sendirian seperti adanya tombol darurat baik di ruang tamu dan kamar mandi.

Tombol darurat ini terhubung ke sebuah gedung dimana menangani hal-hal darurat.

- Di area ini ada beberapa taman kanak-kanak yang khusus untuk orang tua yang bekerja dan disinilah anak akan dititipkan selama para orang tua bekerja.

Memang sih banyak yang tidak setuju bila anak masih kecil ditinggal tetapi di jaman ekonomi yang semakin susah, mau tidak mau kedua orang tua harus bekerja dan ini toh untuk masa depan anak juga jadi taman kanak-kanak seperti ini sangat membantu mereka.

- Adanya area hijau di setiap area gedung, setiap penghuni diperbolehkan untuk menanam tanaman apapun untuk membuat area mereka menjadi lebih indah.

- Walaupun area ini boleh dibilang agak jauh dari stasiun, pemerintah di sana telah menyediakan sarana transportasi bis yang cukup nyaman dan setiap beberapa menit pasti datang bis yang akan membawa kita ke stasiun disana.

Di sini juga sama seperti di area lainnya di Jepang, bagi orang tua yang berumur 65 tahun keatas maka naik bis gratis. :-)

Sarana transportasi inilah yang sangat penting mengingat rusun biasanya berada di daerah agak jauh dari pusat kota maka dengan sarana yang baik, otomatis orang jadi mau tinggal.

Kesimpulan:
Kami yakin bukan hal sulit untuk membuat tata letak dan bentuk bangunan serta peraturan seperti itu, bahkan kami yakin di rusun Indonesia juga menerapkan hal yang sama.

Yang membuatnya berbeda adalah disiplin dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan supaya tetap tertata rapi dan bersih. Selain itu, bagaimana pihak terkait mampu menerapkan peraturan sehingga rumah yang sebenarnya buat orang tidak mampu tidak dijadikan lahan bagi orang berduit.

Nah, kalau sudah masalah disiplin dan kesadaran masyarakat, mau studi banding ke ujung duniapun tidak akan bisa menyelesaikan masalah karena bukan peraturan yang tidak ada tetapi masalah penegakkan peraturan yang tidak ada dan ini tidak bisa dipelajari di negara manapun. :-)

Ini masalah niat bung!!! Jadi studi banding percuma aja!!!! :D

Kalau boleh kami kasih solusi untuk bisa membuat rusun di Indonesia nyaman dan bersih, hanya ada satu hal "TEGAKKAN PERATURAN DULU!!!" baru studi banding untuk menata infrastruktur dan lainnya.

Selama masalah penegakkan peraturan belum bisa dibenahi, kita memang bisa mengikuti rusun di Jepang 100% tetapi di jamin hanya masalah hitungan bulan maka semuanya akan berantakan.

Maaf, sedikit terbawa emosi, abis kerjaannya kok jalan-jalan melulu dan bukannya benerin satu hal yang paling penting di negara kita saat ini yaitu tingkatkan URAT MALU. :D

PS>>>
Sebenarnya di beberapa negara juga sama baiknya kok tetapi karena kami hanya punya kesempatan ke daerah sini maka kami hanya bahas yang kami alami saja, maunya sih Australia, China dan Eropa tetapi sayangnya kami bukan anggota dewan tuh!!

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Taman bermain yang cukup banyak di sekitar gedung

 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber berita
Studi banding rumah susun di Machida, Jepang (by Otakku.com)

Filed under: Miscellaneous

Tags: , ,

  • addoegh

    nikmat banget hidup disana walaupun nantinya sedikit membosankan..

  • http://rmpulsa.com rmpulsa
  • http://www.layarkata.com dig

    Coba study banding ke rusun Kalibata City dan buat laporannya seperti ini ya, hehe…

    Yang paling mencolok adalah tempat parkir mobil. Seharusnya rusun ini buat orang berpenghasilan tidak lebih dari 4jt per bulan, tapi kenyataannya, pemiliknya, banyak yang bermobil mewah. Bahkan beberapa punya lebih dari satu. Ada mall-nya pula.

    Setiap malam tempat parkir mobil, yang sebenarnya tidak disediakan, selalu penuh, padahal baru enam tower yang selesai dari 17 tower rencananya, dan tingkat hunian masih kurang dari 30%. Kebanyakan kosong karena mungkin rusun ini dijadikan sarana investasi untuk dijual lagi dan atau disewakan.

    Gak tahu deh, konsep sebenarnya rusun ini untuk siapa, soalnya biaya service, listrik, air dan lain-lainnya nggak beda dengan apartemen beneran.

  • http://www.facebook.com/people/Adrian-Ashari/1015374457 Adrian Ashari

    kl otakku tinggal di blok mana??

  • Ramen Mk-II

    “Yang membuatnya berbeda adalah DISIPLIN dan KESADARAN MASYARAKAT untuk menjaga lingkungan supaya tetap tertata rapi dan bersih.”

    lha ini yg paling susah…. =.=

  • hulawalabala

    hmmm……sedikit membosankan tapinya yah kalo terlalu rapi gitu? tapi enak juga buat ditempatin kayaknya hehehe

  • baladala

    orang biasa hidup di bantar gebang lihat yang rapi dikit dibilang membosankan??? :???:

  • dodopet

    Mantaf ulasannya. Jadi tau gimana bersihnya rusun di jepang sana. Kalau soal studi banding anggota dewan sih itu cuma akal akalan aja. Mana ada yang bener bener studi banding. Studi buat ngamburin duit aja.

    Tapi anggota dewan bener bener dipermalukan di australia kemarin. Ini bisa jadi pelajaran buat mereka. Ga usah banyak studi banding ke luar negeri lah. Perbaiki aja sikap dan moral dulu, itu yang lebih penting.

  • Otakku

    @addoegh
    Masa sih membosankan, kami justru punya cita-cita kalau hari tua tinggal disana karena semunya terjamin dan tentram. :-)

    @Dig
    Kalau disana, mereka tidak memperbolehkan mall berdiri di dekat rusun karena bisa merusak generasi muda. :-)

    @Dodopet
    hhehehe, untuk urusan studi banding dewan memang kaga ada matinya deh, mau dicari maki juga terus jalan. :-)

    Salam,

    Otakku.com

    @Adrian
    ada di gambar kok dimana kami tinggal. hahahaha

  • http://fecon.uii.ac.id Luthfan

    :sip:
    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job!

  • addoegh

    Yah tiap orang kan beda2.. @baladala g usah bawa daerah bantar gebang asal kamu tau y yang buang sampah di bantar gebang sebangian besar bukan orang bantar gebang dan warga bantar gerbang juga udah gerah dengan tumpukan sampah.. :!: