Peneliti berhasil membuat sebuah daging yang dikembangkan di laboratorium

Waduh, gimana rasanya makan daging yang dihasilkan oleh sebuah pabrik atau laboratorium tetapi bukan berasal dari peternakan yah?

Peneliti dari Belanda berhasil "mengembang-biakkan" daging di labnya hanya dengan menggunakan sedikit otot dari babi yang masih hidup.

 

Dari otot yang diambil, para peneliti berhasil membuat otot tersebut tumbuh dan berkembang menjadi sebuah daging. Keren atau serem yah penemuan ini?

Bayangkan, nantinya hanya dari 1 ekor babi/ sapi bisa dibuat ratusan kilogram daging tiruan yang besarnya sama dengan ratusan ekor.

Penemuan ini tentunya baik untuk lingkungan (bayangkan saja kotoran hewan yang kadang mengganggu lingkungan sekitar) dan juga mengurangi hewan yang disembelih. :-)

Dan untuk para vegetarian yang mempunyai alasan untuk tidak makan daging karena kasihan, mungkin bisa menjadi makan daging lagi. :D

Sejauh ini, penemuan tersebut masih belum sempuran tetapi para peneliti tersebut yakin akan berhasil dalam waktu dekat.

Apa rasanya pasti sama dengan daging beneran? Kita tunggu saja!!!

 
Sumber berita
Scientists grow meat in a lab for the first time

Filed under: Technology

4 Responses to “Peneliti berhasil membuat sebuah daging yang dikembangkan di laboratorium”

  1. a little bit scary right.. ? :shock:
    we still don’t know the long term effect.

  2. agree…we don’t really know the side effect, but surely even this thing would not stop vegetarian to keep them self from eating mean because the essence of being a vegan is not eating the meat but more than that…at least that’s what I learn in Buddhism

  3. I have heard that being veget. makes you more eazy to have concentration while “tapa” isn’t it :?:

    Anyway, I am not sure about the beef.. but no chance for PORK :!:

    You would say animal shit is useless, but not in calcuta, afganistan, and other countries that it’s used for fire when cooking :roll:

  4. iiiihhhh………….
    mendingan makan daging yang aslinya, krn klo yg ini bukan’y enak tapi malah jijik……

Leave a Reply