Menghindari penyakit “Economy Class Syndrome”

"Economy Class Syndrome" atau Sindrom Kelas Ekonomi adalah penyakit tersumbatnya aliran darah yang biasanya terjadi karena terlalu lama duduk secara pasif atau tidak bergerak di suatu tempat.

ECS ini biasanya selalu dikaitkan dengan penyakit "orang susah" yang biasanya naik pesawat di kelas ekonomi. :-)

Karena perjalanan yang cukup lama dan tempat duduk yang sudah sempit,  ditambah dengan orang yang cukup buesar badannya duduk di samping kita dan orang yang duduk di depan kita secara egois menurunkan (recline) tempat duduknya dengan seenaknnya tanpa memikirkan orang di belakangnya maka lengkaplah penderitaan kita di kelas ekonomi.

(more…)

Robot burung yang mengusir burung di sekitar airport

Siapa yang tidak tahu bahwa burung yang berkeliaran di sekitar airport adalah salah satu musuh utama, terutama bagi keselematan penerbangan.

Sebuah perusahaan Eropa, Bird Raptor telah menciptakan robot burung yang digunakan untuk mengusir burung sungguhan yang sedang "menari-nari" di sekitar lapangan terbang (airport).

Robot burung yang tentunya bisa terbang melalui remote control dan diberi nama Falco ini adalah replika dari burung elang dengan jenis kelamin wanita dengan lebar sayap 1,6 meter.

Setelah diuji di airport di Genoa, Falco ternyata berhasil mengusir 1.000 burung camar yang sedang "menari" di sekitar airport.

Bagus, berarti satu masalah mengenai keamanan penerbangan telah teratasi, sekarang, perusahaan tersebut harus konsentrasi untuk menciptakan sebuah robot burung yang bisa mengusir orang yang bermain layangan (kites) di sekitar airport di Cengkareng, Bandara Soekarno-Hata. :D

 
Sumber berita
Robotic Falco keeps our airports safe

Cukup mengedipkan mata untuk mengganti lagu di iPod

komekami2.jpg

Sebaiknya anda berhati-hati atau jangan "GR" (Gede Rasa) terlebih dahulu bila ada seorang wanita cantik yang mengedipkan matanya ke arah anda karena siapa tahu dia sebenarnya sedang ingin mengganti lagu di Ipod atau pemutar musik (music player).

Kome Kami Switch adalah sebuah remote control untuk gadget (Ipod, TV , lampu, AC dan lainnya) yang bekerja melalui kedipan mata.

Anda cukup mengedipkan mata maka lagu dapat diganti ke lagu berikutnya.

Taniguchi, pengembang Kome Kami Swicth dari Universitas di Osaka mengatakan alat ini juga dapat membedakan dengan kedipan mata alami (yang sering terjadi) sehingga anda tidak perlu takut bahwa lagu akan berganti karena sebenarnya anda sedang "kelilipan". :-)

Gadget ini sangat kecil sehingga memungkinkan untuk diletakkan di gagang kacamata maupun di telinga dan yang pasti anda tidak memerlukan tangan untuk mengontrol iPod atau lainnya.

Ini dia yang kami tunggu, pasti semakin asik mendengarkan iPod sambil bersepeda.

 
Sumber berita
Kome Kami Switch – Wink and operate your TV or iPod

Discovery Tower, gedung dengan 10 turbin angin yang ramah lingkungan

Semua yang "berbau" ramah lingkungan (eco friendly) memang sudah menjadi semacam trend saat ini, termasuk gedung yang sedang dibangun di Houston, Texas ini.

Discovery Tower adalah gedung dengan 30 lantai yang mempunyai 10 turbin angin yang diletakkan di bagian atap (roof) yang dapat menghasilkan sumber listrik yang digunakan untuk penerangan maupun lainnya.

Walaupun sangat ramah lingkungan tetapi gedung ini "kurang ramah" terhadap kantong si pemilik karena gedung ini menghabiskan biaya sebesar 300 juta dollar.

Selain turbin angin tersebut, gedung ini juga didesain dengan penyaring udara (air filtration), pipa air yang efisien dan sistim pemanas dan pendingan yang sangat efisien.

Rencananya Discovery Tower akan selesai sekitar tahun 2010.

 
Sumber berita
Green Tower in Houston

Home Theatre dengan desain lantai yang dapat berputar

Bagi yang suka atau bermimpi untuk mempunyai "bioskop pribadi" di rumah maka tidak ada salahnya untuk melihat desain yang satu ini.

Untuk perlengkapan audio maupun layar memang tidak semahal Home Theatre yang seharga 6 juta Dollar itu tetapi desain ruangannya yang membuat Home Theatre ini sedikit berbeda.

Keunikannya adalah terletak pada lantainya yang dapat memutar bangku penonton sampai 180 derajat.

Ukuran lantai berbentuk bulat mempunyai diameter 5,18 meter digerakkan dengan 4 motor dan dapat dikontrol melalui remote.

Selain itu pintu masuknya juga menggunakan remote yang dapat membuka pintu yang dibentuk layaknya sebuah kipas buatan Cina.

Pertanyaannya, untuk apa yah punya lantai yang bisa diputar? Kecuali ruangan ini dibuat di atas sebuah pegunungan, tentu asik bisa melihat pemandangan tanpa harus menggeser bangku atau kursi anda. :-)

 
Sumber berita
Rotating Floor Gives Home Theater More Purpose

Linkstation Mini dari Buffalo untuk backup data tanpa harus pusing

linkstation_mini_1.jpg

Jika anda berpikir bahwa mem-backup data sangat penting tetapi tidak mau merepotkan dan makan tempat untuk hardisk eksternal maka LinkStation Mini dari Buffalo ini sangat cocok.

Menggunakan 2 buah hardisk ukuran 2.5" dengan masing-masing berkapasitas 500GB (total 1GB).

Link Station Mini masuk ke kategori NAS (Network Area Storage) sehingga anda bisa mengakses hardisk ini tanpa harus menyalakan komputer utama dengan menyambungkannya ke router melalui port Ethernet yang ada.

Selain itu ada port USB untuk menyambungkannya melalui kabel USB.

Dengan ukuran hanya 40 x 135 x 80 mm dan berat hanya 500g, kami yakin hardisk NAS ini dapat dengan mudah disimpan dan tidak "makan tempat".

Harganya sekitar Rp. 8.500.000,-

 
Sumber berita
LinkStation Mini: The Pocket Sized NAS from Buffalo